Sabtu, 01 Juni 2013

interaksi sosial dasar

pendapat para ahli

Menurut Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mengartikan atau mendefinisikan interaksi sebagai sebuah kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau balasan atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.

Sebuah konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

Sedangkan menurut Shaw, ia mendefinisikan bahwa interaksi adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku saling mempengaruhi satu sama lain.

Menurut Thibaut dan Kelley, mereka mendefinisikan interaksi yaitu sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sama lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan atau perilaku setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.

Menurut Bonner,pengertian interaksi sosial ( dalam Ali, 2004)adalah merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi atau mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.

Sedangkan menurut beberapa ahli Pengertian Interkasi sosial  tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi sosial adalah hubungan yang timbal balik antara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.


macam macam interaksi sosial maryati dan suryawati (2003)


Manusia dalam hidup bermasyarakat, akansaling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yangdapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.

Maryati dan Suryawati (2003) menyatakanbahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atauinterstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individudan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko danHandayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yangmenghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungantetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50).
“Interaksi positif hanya mungkin terjadiapabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung”(Siagian, 2004, p. 216).

Berdasarkan definisi di atas maka, penulisdapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesamamanusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antarindividu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.

Macam- Macam Interaksi Sosial

Menurut Maryati dan Suryawati (2003)interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu (p. 23) :

  1. Interaksi antara individu dan individu : Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
  2. Interaksi antara individu dan kelompok : Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.
  3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok : Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.

Bentuk- Bentuk Interaksi Sosial

Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi(2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (p. 49) :

1. Interaksi sosial yang bersifatasosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan ataugabungan) seperti :

a.      Kerja sama : Adalah suatu usaha bersama antara orangperorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
b.     Akomodasi : Adalah suatu proses penyesuaian sosialdalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakanpertentangan.
c.    Asimilasi : Adalah proses sosial yang timbul bila adakelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, salingbergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat launkebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaanbaru sebagai kebudayaan campuran.
d.     Akulturasi : Adalah proses sosial yang timbul, apabilasuatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkandengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehinggalambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalamkebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itusendiri.

2. Interaksi sosial yang bersifatdisosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk pertentangan ataukonflik, seperti :

a.      Persaingan : Adalah suatu perjuangan yang dilakukanperorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasilsecara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihaklawannya.
b.     Kontravensi : Adalah bentuk proses sosial yang beradadi antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antaralain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang -terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur -unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadikebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
c.      Konflik : Adalah proses sosial antar perorangan ataukelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentinganyang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisahyang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
 
Ciri - Ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain (p. 23) :
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
  Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu (p. 26) :
a. Kontak sosial
Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
b. Komunikasi
Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.
 
Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, motivasi, identifikasi dan empati.
Imitasi: atau meniru adalah suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan alat indera sebagai penerima rangsang dan pemasangan kemampuan persepsi untuk mengolah informasi dari rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik. Proses ini melibatkan kemampuan kognisi tahap tinggi karena tidak hanya melibatkan bahasa namun juga pemahaman terhadap pemikiran orang lain.
Imitasi saat ini dipelajari dari berbagai sudut pandang ilmu seperti psikologi, neurologi, kognitif, kecerdasan buatan, studi hewan (animal study), antropologi, ekonomi, sosiologi dan filsafat. Hal ini berkaitan dengan fungsi imitasi pada pembelajaran terutama pada anak, maupun kemampuan manusia untuk berinteraksi secara sosial sampai dengan penurunan budaya pada generasi selanjutnya.
Identifikasi: adalah pemberian tanda-tanda pada golongan barang-barang atau sesuatu. Hal ini perlu, oleh karena tugas identifikasi ialah membedakan komponen-komponen yang satu dengan yang lainnya, sehingga tidak menimbulkan kebingungan. Dengan identifikasi dapatlah suatu komponen itu dikenal dan diketahui masuk dalam golongan mana. Cara pemberian tanda pengenal pada komponen, barang atau bahan bermacam-macam antara lain dengan menggantungkan kartu pengenal, seperti halnya orang yang akan naik kapal terbang, tasnya akan diberi tanpa pengenal pemilik agar supaya nanti mengenalinya mudah.
Sugesti: adalah rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional.
Identifikasi
Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan). Identifikasi sifatnya lebih mendalam dibandingkan imitasi karena dalam proses identifikasi, kepribadian seseorang bisa terbentuk. Orang melakukan proses identifikasi karena seringkali memerlukan tipe ideal tertentu dalam hidupnya. Contoh identifikasi terdapat pada seorang anak yang mengidolakan ayahnya. la berusaha mengidentifikasi dirinya seperti ayahnya karena sikap, perilaku, dan nilai yang dimiliki oleh ayahnya merupakan tipe yang ideal dan dapat berguna sebagai penuntun hidupnya.Simpati: adalah ketertarikan seseorang kepada orang lain hingga mampu merasakan perasaan orang lain tersebut. Contoh: membantu orang lain yang terkena musibah hingga memunculkan emosional yang mampu merasakan orang yang terkena musibah tersebut.
Empati: yaitu mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar